Surabaya – Semangat tahun inovasi yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Timur membuahkan hasil. Dari 19.720 karya inovasi yang masuk, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menganugerahkan penghargaan kepada 30 Inovator Terbaik dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025, Kamis (28/8) malam.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan EJIES bukan sekadar kompetisi tahunan. Program ini menjadi wadah kolaborasi terbesar di Jawa Timur yang mempertemukan sekolah, dunia usaha dunia industri (DUDI), hingga masyarakat.
“Kita berdiri bersama 30 inovator terbaik—para pelaku perubahan yang membuktikan pendidikan di Jawa Timur tidak hanya bergerak, tetapi melompat maju dengan gagasan kreatif, kolaboratif, dan berdampak,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan bahwa proses seleksi panjang dan kompetitif ini menandai hadirnya perubahan nyata dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, karya inovasi yang dihasilkan sejalan dengan kebijakan nasional, mulai dari pembelajaran reflektif, kontekstual, hingga berpusat pada peserta didik.“EJIES 2025 adalah wajah baru pendidikan Jawa Timur. Mari kita terus bersinergi, melahirkan inovasi, dan memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang bermakna,” tambahnya.
BACA JUGA : Dindik Jatim Dorong Inovasi Pendidikan Melalui Ajang Gempita Award 2025
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut program ini hadir sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi insan pendidikan. EJIES, kata dia, bukan hanya panggung kompetisi, tetapi juga sarana berbagi praktik baik, menciptakan solusi, dan memperkuat kolaborasi.

“Pendidikan yang bermakna bukan sekadar mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan daya pikir kritis. Dan itu telah diwujudkan melalui karya para inovator,” jelasnya.
Dalam EJIES 2025, terdapat 11 topik strategis yang dikembangkan, antara lain pengembangan kurikulum berbasis pembelajaran mendalam, pendidikan inklusif, kegiatan non-formal, sekolah ramah anak, kolaborasi dengan masyarakat atau industri, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan kapasitas guru dan layanan pendidikan.Proses seleksi berlangsung panjang.
Dari 19.720 karya yang dikirim, terpilih 250 karya terbaik melalui penilaian tim akademisi ITS. Selanjutnya, 50 finalis melakukan showcase round dan FGD bersama tim perguruan tinggi di Surabaya. Hasil akhir menetapkan 30 karya terbaik yang menerima penghargaan dari Gubernur.
Aries menegaskan, terpilihnya 30 inovator terbaik bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga membangun jejaring kolaboratif antar sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan. “Ini adalah gerakan besar membangun pendidikan masa depan yang bermakna,” pungkasnya.(Adm)